Monday, 4 April 2016

Laporan Biologi perikanan Hubungan Panjang Berat Ikan Selar



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada umumnya, ikan mengalami pertumbuhan secara terus menerus sepanjang hidupnya. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan merupakan salah satu aspek yang dipelajari dalam dunia perikanan dikarenakan pertumbuhan menjadi indikator bagi kesehatan individu dan populasi yang baik bagi ikan. Dalam istilah sederhana pertumbuhan dapat dirumuskan sebagai pertambahan ukuran panjang atau berat dalam suatu waktu, akan tetapi kalau kita lihat lebih lanjut, sebenarnya pertumbuhan itu merupakan proses biologis yang komplek dimana banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor luar yang utama mempengaruhi pertumbuhan seperti suhu air, kandungan oksigen terlarut dan ammonia, salinitas dan fotoperiod. Faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain dan bersama-sama dengan faktor-faktor lainnya seperti kompetisi, jumlah dan kualitas makanan, umur dan tingkat kematian mempengaruhi laju pertumbuhan ikan.
Memanfaatkan dan mengelolah sumberdaya perikanan perlu memahami beberapa hal ilmu mengenai biologi perikanan, ilmu biologi perikanan dapat mendukung usaha perikanan dan perikanan yang berkelanjutan. Biologi perikanan adalah studi mengenai ikan sebagai sumber daya yang dapat dipanen oleh manusia. Biologi perikanan mempelajari daur hidup ikan, mulai dari lahir sampai mati. Biologi ikan khusus mempelajari tentang kehidupan ikan-ikan yang berupa pertumbuhan ikan, tentang bagaimana ikan-ikan dalam suatu populasi melakukan pemijahan, tumbuh dan menentukan kebiasaan makanan.
Proses makan adalah salah satu yang dilakukan makhluk hidup untuk melakukan metabolisme dan juga menunjang aktivitas fisik. Energi sebagai sumber untuk melakukan aktifitas diperoleh dari makanan yang dimakan kemudiandirombak di dalam tubuh menjadi energi dan unsur lainnya sehingga dapat dicernadan diserap oleh tubuh. Makanan adalah semua organisme, bahan dan zat yangdimanfaatkan oleh organisme untuk menunjang kehidupan dan perkembanganorgan tubuh. Makanan pada ikan penting untuk pertumbuhan energi yangdihasilkan dari makanan berfungsi untuk pertumbuhan sel organisme.
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum Biologi Perikanan “Kebiasaan Makanan” Bertujuan untuk mengamati bentuk alat pencernaan pada ikan dan tipe makanan, sehingga dapat ditentukan ikan tersebut tergolong kedalam tip mana, Herbivora Karnivora atau Omnivora.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran, baik panjang maupun berat. Pertumbuhan dipengaruhi faktor genetik, hormon, dan lingkungan (zat hara). Ketiga faktor tersebut bekerja saling mempengaruhi, baik dalam arti saling menunjang maupun saling menghalangi untuk mengendalikan perkembangan ikan (Fujaya,1999).
Beberapa faktor yang mempengaruhi dimakan atau tidaknya suatu zat makanan oleh ikan diantaranya yaitu ukuran makanan ikan, warna makanan dan selera makan ikan terhadap makanan tersebut. Sedangkan jumlah makanan yang dibutuhkan oleh ikan tergantung pada kebiasaan makan, kelimpahan makanan, nilai konversi makanan serta kondisi makanan ikan tersebut (Rahayu, 2009).
Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari jenis-jenis ikan. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan. Sebelum kita mengenal bentuk-bentuk tubuh ikan yang bisa menunjukkan dimana habitat ikan tersebut, ada baiknya kita mengenal bagian bagian tubuh ikan secara keseluruhan (Effendie, 1997).
Pengetahuan tentang interaksi makan antara satu spesies dangan spesies yang lain juga penting diketahui dalam kaitannya penyusunan rencana menajemen sumberdaya perikanan dan konservasi disuatu perairan. Analisis jyga penting dilakukan untuk mengetahui persaingan makanan (diet overlap) antar spesies, informai ini penting diketahui dalam kegiatan restocking (Bascinar and Saglam, 2009).
Faktor kondisi ini menunjukan keadaan ikan, baik dilihat dari kapasitas fisik maupun dari segi survival dan reproduksi. Dalam penggunaan secara komersial, pengetahuan kondisi ikan dapat membantu untuk menentukan kualitas dan kuantitas daging ikan yang tersedia agar dapat dimakan. Faktor kondisi nisbih merupakan simpangan pengukuran dari sekelompok ikan tertentu dari berat rata-rata terhadap panjang pada kelompok ikan tertentu dari berat rata-rata terdapat panjang gelombang umurnya, kelompok panjang atau bagian dari populasi (Weatherley, 1972).




BAB III
METODELOGI KERJA
    3.1.         Waktu dan Tempat
Adapun praktikum ini dilaksanankan di laboraturium terpadu, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala, pada tanggal 15 November 2014 pada pukul 16:00 wib sampai dengan 18:00 wib.

    3.2.         Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah:
Tabel 3.2.1 Alat dan Bahan
No.
Nama Alat dan Bahan
Jumlah
1
Pisau Bedah
3 unit
2
Mistar Plastik
3 unit
4
Tisu Pembersih
secukupnya
5
Buku Tulis
seperlunya
6
Timbangan
1 unit
7
Pisau Bedah
1 unit
8
Air Cucian
secukupnya
9
Ikan selar(Selaroides leptolepis)
3 Ekor
10
Gelas Ukur
1 unit

    3.3.         Cara Kerja
            Adapun cara kerja yang dilakukan dalam praktikum Biologi Perikanan adalah sebagai berikut:
   3.3.1.   Analisa Isi Lambung
a.       Ukur dan timbang ikan sample dengan akurasi tinggi.
b.      Belah perut ikan secara hati-hati sesuai prosedur yang telah dipelajari sebelumnya.
c.       Keluarkan alat pencernaannya secara hati-hati, ukur dan timbang. Jika dapat dibedakan antara bagian lambung dan usus, ukur masing-masing bagian.
d.      Bedah alat pencernaan tersebut secara hati-hati dan jika berisi keluarkan isinya.
e.       Pisah-pisahkan makanan tersebut berdasarkan jenisnya, hitung jumlahnya dan timbang masing-masing jenis tersebut.
f.       Jenis makanan usahakan sedapat mungkin untuk menentuksn jenis makanan tersebut sampai tingkat taksonomi paling rendah (spesies).

   3.3.2.   Metode jumlah
a.       Keluarkan isi lambung ikan dan kering anginkan.
b.      Pisah-pisahkan makanan berdasarkan jenisnya.
c.       Hitung masing-masing jenis.
d.      Hitung persentase masing-masing jenis dengan rumus metode jumlah

   3.3.3.   Metode frekuensi
a.       Kelompokkan alat pencernaan menjadi dua, yang berisi dan tidak berisi.
b.      Catat setiap isi lambung ikan sample
c.       Hitung persentase kejadian setiap jenis makanan (hanya lambung yang berisi saja).
3.3.4. Metode Grafik
a.       Timbang dan ukur lambung ikan
b.      Keluarkan isinya dan kering anginkan
c.       Timbang seluruh isi lambung ikan berkenaan
d.      Psah-pisahkan isi lambung atau makanan menurut jenisnya
e.       Timbang setiap jenis makanan tersebut
f.       Hitung persentase setiap makanan tersebut
3.3.5. Metode volume metric
a.       Timbang dan ukur lambung ikan
b.      Keluarkan isinya dan kering anginkan
c.       Ukur volume isi lambung ikan berkenaan
d.      Pisah-pisahkan isi lambung menurut jenisnya
e.       Ukur volume setiap jenis makanan tersebut
f.       Hitung persentase setiap makanan tersebut


    3.4.         Analisa Data
             Analisa data pada praktikum kebiasaan makan menggunakan rumus sesuai dengan metode yang digunakan dan sesuai dengan indeks yang akan dihitung. Adapun analisa datanya adalah sebagai berikut :
a





BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil pengamatan.
1.      Pengamatan organ pencernaan pada Ikan Selar (Selaroidesleptolepis)
Tabel 4.1.1  pengamatan organ pencernaan pada ikan selar (seleroidesleptoolepis)
No
Analisa Organ Ikan
Ikan I
Ikan II
Ikan III
1
Panjang ikan
22 cm
22 cm
21 cm
2
Berat ikan
150 gr
150 gr
130 gr
3
Bukaan mulut
Besar
Besar
Besar
4
Ukuran lebar bukaan mulut
2,5 cm
3 cm
2,5 cm
5
Gigi
Bergerigi
Bergerigi
Bergerigi
6
Insang
Halus, Rapat
Halus, Rapat
Halus, Rapat
7
Panjang bibir
2 cm
3 cm
2,5 cm
8
Panjang lambung
5 cm
4,5 cm
3,5 cm
9
Berat lambung
37,8
31,0
14,6
10
Panjang usus
12 cm
11,5 cm
13 cm
11
Berat usus
10,6
7,8
11,4

2.      Analisis kebiasaan makan Ikan Selar (Selaroidesleptolepis ) dengan metode jumlah Ikan sampel I
Tabel 4.2.1 Analisis kebiasaan makan Ikan Selar (Selaroidesleptolepis ) dengan metode jumlah Ikan sampel I
NO
Jenis makanan
Jumlah dalam satu lambung
% Proporsi
1
Udang
40
97,56
2
Ikan kecil
1
2,43
3
Ʃ
41
100




Tabel 4.2.2 Analisis kebiasaan makan Ikan Selar (Selaroidesleptolepis ) dengan metode jumlah Ikan sampel II
NO
Jenis makanan
Jumlah dalam satu lambung
% Proporsi
1
Udang
30
88,23
2
Ikan kecil
4
11,76
3
Ʃ
34
100

Tabel 4.2.3 Analisis kebiasaan makan Ikan Selar (Selaroidesleptolepis ) dengan metode jumlah Ikan sampel III
NO
Jenis makanan
Jumlah dalam satu lambung
% Proporsi
1
Udang
20
100
2
Ʃ
20
100

3.      Analisis kebiasaan makan Ikan Selar (Selaroidesleptolepis ) dengan menggunakan metode frekuensi
Tabel 4.3.1 Analisis kebiasaan makan Ikan Selar (Selaroidesleptolepis ) dengan menggunakan metode frekuensi

NO
Jenis makanan
Jumlah frekuensi kejadian pada 3 ekor ikan (yang lambungnya berisi)
% Frekuensi kejadian
1
Udang
90
94,73
2
Ikan kecil
5
5,26
3
Ʃ
95
100

4.      Analisis kebiasaan makan Ikan Selar (Selaroidesleptolepis ) dengan menggunakan metode gravimetrik.
Tabel 4.4.1 Analisis kebiasaan makan Ikan Selar (Selaroidesleptolepis ) dengan menggunakan metode gravimetrik.


NO
Jenis makanan
Berat masing-masing jenis makanan
% Proporsi
1
Udang
57,8
76,86

Ikan kecil
17,4
23,13
3
Ʃ
75,2
100

5.      Analisis kebiasaan makan Ikan Selar (Selaroides leptolepis ) dengan menggunakan metode volume metrik
Tabel 4.5.1 Analisis kebiasaan makan Ikan Selar (Selaroidesleptolepis ) dengan menggunakan metode gravimetrik
NO
Jenis makanan
Volume masing-masing jenis makanan (ml)
% Proporsi makanan
1
Udang
10
76,9
2
Ikan kecil
3
23,1
3
Ʃ
13
100

6.      Indek Relatif Penting (IRP)
Tabel 4.6.1. Indek Relatif Penting (IRP)

NO
Organisme
makanan
N
V
F
IRP
Jumlah
%
Ml
%
Kejadian
%
1
Udang
40
97,56
10
76,9
90
94,73
16526,5
2
Ikan kecil
1
2,43
3
23,1
5
5,26
134,2
3
Ʃ
41
100
13
100
95
100
20000

7.      Indek Proponderance (IP)
Tabel 4.7.1. Indek Proponderance (IP)
NO
Jenis makanan
Vi (%)
Oi (%)
Vi x Oi
IP
1
Udang
76,9
94,73
7284,7
98,35
2
Ikan kecil
23,1
5,26
121,5
1,64
3
Ʃ
100
100
7406,2
100

4.2 Pembahasan
            Dilihat dari kebiasaan makan (feeding habit), ikan dibagi dalam tiga golongan, yaitu ikan yang biasa makan di Kebiasaan makanan selar (Caranx leptolepis) merupakan ikan pemakan zooplankton. Makanan alami lainnya biasanya berupa plankton, baik fitoplankton atau zooplankton, kelompok cacing, tumbuhan air, organisme bentos dan ikan maupun organisme lain yang berukuran lebih kecil dari pada organisme. Pencernaan makanan pada ikan adalah suatu proses tentang pakan yang dicerna kemudian dihaluskan menjadi molekul-molekul atau butiran-butiran mikro (lemak) yang sesuai untuk diabsorpsi melalui dinding gastrointestinal ke dalam aliran darah.
Setiap ikan mempunyai ukuran yang berbeda beda, tergantung pada umur, jenis kelamin, dan keadaan lingkungan hidupnya. Fakor factor lingkungan yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan diantaranya adalah makanan ,ph, suhu, dan salinitas, factor factor tersebut, baik secara sendiri sendiri maupun secara bersama sama , mempuyai pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan ikan. Dengan demikian, walaupun dua ekor ikan mempunyai umur yang sama namun ukuran mutlak di antara keduanya dapat saling berbeda. Ukuran ikan adalah jarak antara suatu bagian tubuh dengan bagian tubuh yang lainya. Satuan ukuran yang digunakan sangat bervariasi.
            Dalam studi kebiasaan makan ikan, dimana makanan yang mempunyai fungsi penting dalam suatu kehidupan organisme. Suatu organisme dapat hidup, tumbuh dan berkembangbiak karena adanya energi yang berasal dari makanan. Dimana tidak semua makanan yang ada dalam suatu perairan dapat dimakan oleh ikan. Dimana berdasarkan analisa isi lambung dan usus ikan selar berdasarkan pada metode jumlah, data yang ada menunjukkan bahwa jenis makanan ikan selar  jumlah yang paling banyak adalah udang kecil yang menunjukkan bahwa makanan ini adalah merupakan makanan utama yang berupa invertembrata.
Yang menentukan bahwa organisme (udang kecil) merupakan makanan yang paling banyak dimakan oleh ikan selar ini diduga tergantung pada saat makanan yang disukai oleh ikan. Seperti ukuran makanan, warna makanan dan selera makan ikan terhadap makanan. Hal ini menggambarkan bahwa organisme (udang kecil) yang merupakan makanan yang paling banyak dibandingkan dengan makanan lain. Dengan keadaan demikian maka dapat diduga bahwa jenis organisme yang dimakan oleh ikan selar ini adalah dari jenis plankton.
Klasifikasi ikan selar :
Kingdom         :Animalia
Filum               :Chordata
Ordo                :Actinopterygii
Famili              :Perciformes
Genus              :Selaroides
Spesies            :Selaroides leptolepis
Dalam menentukan jenis makanan utama yang dimakan oleh ikan ini maka dilakukan dengan cara menentukan suatu indeks yang dikenal dengan nama Indeks Relative Penting (IRP). Dari data di atas diperoleh nilai bahwa indeks yang paling besar yaitu 20000 hal ini menunjukkan bahwa keadaan organisme yang dimakan oleh ikan ini sangat banyak bisa ditentukan jenis organismenya.
Setelah diperoleh nilai IRP, maka kita dapat menentukkan nilai IBT. Nilai ini diperoleh dari gabungan metode frekuensi kejadian dengan metode volumetric. Dari hasil IBT ini diperoleh bahwa organisme (udang kecil) merupakan makanan utama ikan selar, sedangkan organisme ikan kecil merupakan makanan pelengkap atau makanan tambahan pada ikan selar.
Setiap ikan mempunyai ukuran yang berbeda beda, tergantung pada umur, jenis kelamin, dan keadaan lingkungan hidupnya. Fakor factor lingkungan yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan diantaranya adalah makanan ,ph, suhu, dan salinitas, factor factor tersebut, baik secara sendiri sendiri maupun secara bersama sama , mempuyai pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan ikan. Dengan demikian, walaupun dua ekor ikan mempunyai umur yang sama namun ukuran mutlak di antara keduanya dapat saling berbeda. Ukuran ikan adalah jarak antara suatu bagian tubuh dengan bagian tubuh yang lainya. Satuan ukuran yang digunakan sangat bervariasi.

 
BAB V
PENUTUP
5.1  Kesimpulan

  • Makanan yang ditemukan dalam lambung ikan selar adalah ikan kecil dan udang.
  •  Nilai IRP adalah nilai gabungan dari 3 metode yaitu metode jumlah, metode volumetrik dan metode frekuensi.
  •  Perhitungan dengan beberapa metode yaitu metode jumlah , metode volumetrik dan metode frekuensi.
  • Nama latin ikan selar yaitu Selaroides leptolepis.
5.2 Saran
·         Saran saya kepada para asisten supaya kami benar-benar dibimbing dalam pembelajaran, kami bahkan tidak mengerti tentang apa yang dijelaskan oleh asisten di depan. Jadi untuk kedepannya supaya dapat dijelaskan lebih detail lagi. Terimakasih.